Magic-Quadrant--blog-header-2
Floris Weegink

Floris Weegink

Field CTO

Kembali ke ringkasan
Blog

3 min baca

October 27, 2025

BOAT bukan pisau Swiss Army, dan itu hal baik

Gartner baru saja merilis Magic Quadrant untuk Business Orchestration and Automation Technologies (BOAT) pertamanya. Sebuah tonggak pencapaian, namun juga bahan diskusi. Ketika pasar berpindah menuju beragam platform terpadu, kami percaya pada sesuatu yang berbeda: kekuatan spesialisasi.

Dunia otomatisasi sudah menunggu ini: ringkasan penilaian Gartner soal penyedia RPA, iPaaS, low-code, dan BPA pada "kelayakan BOAT"; kemampuan mereka untuk memberikan otomatisasi di seluruh perusahaan. Namun, di balik tampilan mengilapnya, ada blind spot.

Apa itu BOAT?

BOAT merupakan singkatan dari Business Orchestration and Automation Technologies (atau Orkestrasi Bisnis dan Teknologi Otomatisasi): platform software yang menyediakan otomatisasi di keseluruhan perusahaan lewat:

  • Process orchestration (“O” di BOAT)
  • Integrasi via API (iPaaS)
  • Aplikasi development low-code (LCAP)
  • Otomatisasi tugas (RPA)
  • Agen AI dan pemrosesan dokumen

Sejumlah vendor mencoba untuk memasukkan semua kapabilitas ini ke dalam satu platform. Secara teori, hal tersebut terdengar ideal. Secara praktis, itu seperti pisau Swiss Army: berguna di jalan, tapi bukan alat yang Anda gunakan buat menebang pohon atau membangun rumah.

Magic-Quadrant-BOAT-crop sharpened 2x

Titik buta Gartner

Satu hal yang gagal ditunjukkan oleh Quadrant adalah bahwa teknologi tidak beroperasi di dalam ruang hampa. Anda bisa memiliki software paling canggih di dunia, tetapi kalau tak sesuai dengan dinamika bisnis Anda, software tersebut enggak akan memberikan nilai tambah yang berarti.

Gartner menilai vendor-vendor ini berdasarkan kelengkapan visi dan kemampuan eksekusi, namun lupa akan satu hal lagi—dan mungkin yang paling penting—kesesuaian dengan bisnis.

Magic Quadrant memberikan gambaran pasar, bukan konteks bisnis. Beda platform memecahkan masalah yang juga berbeda—dan platform mana yang paling tepat untuk masalah Anda takkan Anda temukan di dalam bagan. Anda harus tahu apa yang Anda butuhkan dan memvalidasi siapa yang benar-benar menyediakannya.

Siapakah Anda, dan apa yang Anda butuhkan?

Semuanya berawal dari DNA organisasi Anda. Apakah Anda sebuah bank dengan proses yang diatur ketat dan bisa diaudit? Kalau iya, Anda enggak butuh AI—Anda memerlukan platform orkestrasi yang solid.

Atau Anda adalah seorang retailer dengan banyak komponen bergerak dan perubahan yang konstan? Kalau iya, platform integrasi adalah penyelamat Anda—menghubungkan sistem, data, dan kanal sehingga Anda dapat beradaptasi, bukannya malah bereaksi.

Bahkan di dalam satu organisasi, kebutuhan tiap departemen akan berbeda. Tim layanan pelanggan (customer service) menangani informasi tidak terstruktur yang harus mengalir ke dalam proses yang terstruktur. Di situlah pemrosesan dokumen cerdas dan orkestrasi ringan berperan penting, bukan rangkaian software enterprise yang mencoba melakukan semuanya.

Dan bagaimana caranya Anda tahu kalau vendornya cocok?
Follow the money. Dari mana 80% pendapatan mereka berasal? Di situlah fokus utama mereka yang sebenarnya. Kalau Anda termasuk ke dalam 20% sisanya, Anda mungkin mendanai rencana bisnis yang dibangun buat orang lain.

Mitos platform all-in-one

Gartner memprediksi bahwa pada tahun 2030, 70% perusahaan akan beralih ke platform otomatisasi tunggal dan terpadu. Pasar bergeser ke arah "paket" IT besar yang mengklaim dapat melakukan semuanya, mulai dari integrasi hingga agen AI. Kedengarannya efisien, tetapi ini adalah penyederhanaan yang berbahaya.

Kami merasa prihatin karena begitu banyak penekanan diberikan pada pemikiran "best-of-suite". Karena dalam perusahaan yang kompleks (di mana skala dan nilai sangat penting), pendekatan itu sama sekali tidak bekerja.

Kenapa? Karena vendor yang membangun reputasinya di bidang robotic process automation (RPA) enggak serta-merta menjadi merek kelas dunia dalam low-code atau iPaaS, dan sebaliknya.

Di Incentro, kami percaya:

Organisasi harus menggunakan platform terbaik di setiap bidangnya, meskipun itu berarti menggunakan beberapa alat yang tumpang tindih.

Dan iya, mungkin saja Anda perlu membenarkannya kepada CFO Anda. Tapi ini bukan inefisiensi, melainkan strategi.

Memahami komponen mana yang benar-benar Anda butuhkan dan di mana letak fondasi masing-masing vendor (baik itu integrasi, low-code, RPA, atau orkestrasi) adalah kunci fleksibilitas, inovasi, dan kendali jangka panjang. Solusi terbaik di kelasnya mengalahkan solusi terpadu.

Realita dibalik Magic Quadrant

Di tengah-tengah Magic Quadrant ada nama-nama yang sudah biasa kita lihat: Salesforce, SAP, Microsoft, dan IBM. Mereka mendapatkan skor tinggi karena menawarkan rangkaian solusi yang luas yang mencakup berbagai hal, tetapi sebenarnya tidak unggul dalam satu bidang apa pun.

Inovasi sejati terjadi di pinggiran, bersama para visioner. Camunda (BPA) adalah pencetus istilah "process orchestration" atau orkestrasi proses. UiPath (RPA), Workato (iPaaS), dan Mendix (low-code) menggabungkan otomatisasi dengan AI yang berorientasi pada tindakan—dan tetap setia pada kekuatan mereka.

Di bidangnya masing-masing, merekalah para pemain yang mendorong industri ini maju.

Gradioni Devanka Sopacua

Siap bertransformasi?

Gradioni Sopacua

IT Business Consultant