

Gunawan Nur Ahmad
Frontend Developer
3 min baca
March 3, 2026
Kenapa Neovim bikin saya developer yang lebih baik
Yuk, kita mulai dengan definisi dulu. Yang saya maksud dengan "developer yang lebih baik", dalam konteks ini, adalah seseorang yang lebih produktif dan lebih nyaman dalam melakukan aktivitas koding atau ngoding. Enggak serta-merta itu adalah programmer terbaik atau penulis kode paling efisien, namun soal seberapa nyaman dan produktifkah mereka ketika ngoding.
Tools enggak menentukan keahlian Anda
Pertama-tama, editor Anda sama sekali enggak menentukan keahlian Anda! Beberapa developer elit bisa saja bilang, "Noob menggunakan peramban sebagai editor," tapi itu enggak benar. Linus Torvalds, pencipta Linux kernel, vibe coding Google anti-gravity di salah satu proyek pribadinya. Jadi, setop menghakimi orang berdasarkan tools yang mereka gunakan. Beberapa orang memang menikmati pemrograman dengan alat yang berbeda, dan itu enggak masalah.
Buat saya, bagian menyenangkan dari Neovim itu adalah menyesuaikan alur kerja (workflow) dan membuatnya lebih efisien. Saya selalu menyukai mengustom 'mainan-mainan' saya, termasuk tampilan komputer. Saya ingin menyetelnya sesuai dengan kesukaan saya. Ketika saya mencoba Neovim, inilah bagian yang paling saya senangi.
Dulu, saya menghabiskan waktu berhari-hari mengutak-atik konfigurasi Neovim, mencoba berbagai plugin dan tema, dan membuat custom script untuk beberapa perintah alur kerja yang sering saya pakai. Proses penyesuaian ini membuat saya merasa lebih terhubung dengan tools saya dan membuat saya lebih menikmati koding.
Sepanjang perjalanan, saya juga banyak belajar soal cara kerja sebuah editor teks di balik layar, seperti bagaimana Language Server Protocol (LSP) menjembatani kesenjangan antara terminal sederhana dan IDE yang lengkap, atau cara menulis skrip Lua, dan cara mengoptimalkan alur kerja saya. Proses pembelajaran ini membuat saya menjadi developer yang lebih baik karena saya lebih memahami tools saya dan dapat menggunakannya dengan lebih efektif. Dan jujur saja, terkadang saya merasa terlalu banyak menghabiskan waktu untuk menyesuaikan Neovim daripada ngoding. Tapi seenggaknya, saya menikmati prosesnya.
Hidup tanpa mouse, hanya keyboard
Keunggulan utama lainnya dari menggunakan Neovim adalah pendekatan berbasis keyboard yang disebut Vim motion. Saya enggak suka trackpad, bukan karena lambat, tetapi saya cuma tidak suka sensasi menyentuhnya; tangan saya sering berkeringat. Ketika saya tahu kalau saya benar-benar bisa mengontrol semuanya hanya dengan keyboard, saya merasa merdeka.
Hal ini bikin saya lebih menikmati koding karena saya bisa tetap berada dalam "flow state" lebih lama (lebih berkonsentrasi pada kode saya) dan enggak perlu sering mengganti-ganti antara keyboard dan mouse yang mengganggu konsentrasi (adiós micro-context switching). Namun, tentu saja, kekurangannya adalah Anda harus mengingat banyak kombinasi tombol, dan kadang hal itu bikin bingung, terutama buat pemula. Tetapi begitu Anda terbiasa, Anda tak bisa kembali ke cara lama, dan Anda ingin semuanya menggunakan kombinasi tombol Vim.
Alasan lain yang mungkin saja Anda temukan untuk beralih ke Neovim adalah performanya. Memang cepat, tetapi jujur saja, perbedaannya enggak terlalu signifikan karena laptop saya cukup mumpuni. Tapi, kalau Anda memiliki laptop kelas bawah, Neovim bisa jadi pilihan yang baik karena ringan dan cepat.

Kesimpulan
Kesimpulannya, saya masih menyempurnakan konfigurasi
Menggunakan Neovim membuat saya jadi developer yang lebih baik dalam hal menikmati dan menjadi produktif dalam aktivitas koding. Proses kustomisasi dan Vim Motion membuat saya merasa lebih terhubung dengan tools saya dan bikin ngoding lebih menyenangkan. Tentu saja, ini sekadar pengalaman pribadi saya, dan tiap orang punya preferensinya masing-masing dalam hal editor teks. Yang terpenting adalah menemukan tools yang membuat Anda nyaman dan produktif dalam perjalanan koding Anda.
Apakah konfigurasi saya sudah selesai? Tentu saja belum. Masih ada yang perlu saya perbaiki dan terkadang saya merusak semuanya. Tapi enggak apa-apa, itu yang malah menyenangkan!
1 min baca
Kemitraan Incentro dan Mekari Desty dukung implementasi omnichannel terintegrasi

3 min baca
Melampaui 'Mastery': Bagaimana Incentro mendukung perjalanan karir saya sebagai Associate Cloud Engineer

4 min baca
Stop Kehilangan Prospek: Hubungkan WhatsApp Business dengan CRM Anda (dan saksikan waktu respons menurun)

7 min baca
Bisakah Google Workspace Gantikan Microsoft 365? Panduan Lengkap untuk Migrasi
